Breaking News
recent

Akan caplok Toshiba, Sony makin merajai produksi sensor kamera


JOKER TEKNOLOGI - Sebentar lagi sepertinya Sony akan memperkuat posisinya sebagai pemimpin produksi sensor kamera CMOS dengan membeli bisnis produksi sensor kamera milik Toshiba. Demikian dikabarkan Nikkei, Sabtu (24/10/2015).

Pembicaraan tersebut sudah memasuki tahap akhir. Jumlah uang yang digelontorkan Sony untuk membeli bisnis produksi sensor kamera Toshiba mencapai JPY20 miliar (sekitar Rp2,24 triliun).

Menurut data Techno Systems yang dikutip oleh Imaging-Resource, bulan April 2015 pangsa pasar Sony mencapai 40 persen, jauh mengungguli Toshiba yang hanya 2 persen. Posisi kedua ditempati OmniVision dengan angka 16 persen, disusul Samsung (15 persen).

Artinya, saat ini empat dari 10 kamera dengan sensor CMOS yang ada di gawai sekitar Anda, besar kemungkinan adalah buatan Sony, meski tidak menggunakan jenama Sony. Termasuk pada ponsel pintar dan tablet tentunya. Ini dikarenakan banyak pihak yang memesan sensor kamera Sony untuk disematkan di gawainya.

Misalnya, Xiaomi yang dengan jelas menulis kalau ponsel kebanggaannya Mi Note menggunakan sensor Sony. Apple pun beberapa kali menggunakan jasa Sony untuk memproduksi kamera bagi iPhone, terungkap dari hasil bedah ponsel oleh iFixit. Saking banyaknya permintaan produksi dari klien Sony, awal tahun ini mereka mengumumkan rencana peningkatan produksi sebanyak 30 persen setelah September tahun depan.

Toshiba sendiri memang sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran dikarenakan skandal akuntansi yang melilit raksasa elektronik ini. Keluar dari bisnis sensor kamera, Toshiba akan lebih berkonsentrasi pada produksi semikonduktor dan memori milik mereka yang lebih kompetitif dari produksi sensor kamera.

Sony sendiri bukannya tanpa masalah. Menguasai produksi kamera, yang notabene sebagian di antaranya untuk perangkat mobile seperti ponsel, tidak serta-merta membuat divisi perangkat mobile mereka tenang.

Divisi gawai Sony Xperia pada tahun fiskal 2014 mengalami kerugian operasional senilai JPY23 miliar (Rp2,58 triliun), sehingga CEO Sony Kazuo Hirai mengumumkan bahwa Sony mungkin akan berhenti memproduksi ponsel jika selama setahun ke depan divisi ponsel tidak mendatangkan keuntungan.
Unknown

Unknown

No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.