Music adalah aplikaIni merupakan kabar baik bagi para pengguna Android di seluruh dunia. Apple, yang terkenal tertutup dan pelit berbagi aplikasi pada sistem operasi lain, akan segera menghadirkan Apple Music di Robot Hijau. Menurut Phonearena, Sabtu (24/10/2015), saat ini sebagian pengguna Android telah mendapatkan versi beta dari aplikasi ini.
Music adalah aplikasi untuk layanan pengaliran (streaming) musik buatan Apple yang diluncurkan pada 30 Juni 2015. Apple mengklaim tersedia 30 juta lagu yang bisa dinikmati pelanggan.
Dari segi penampilan tidak banyak perbedaan antara aplikasi di iOs dengan di Android. Perbedaan paling mencolok bagi pengguna gawai Apple dengan pengguna perangkat Android adalah biaya berlangganannya.
Pengguna Apple ketika Music baru diluncurkan pada 30 Juni lalu mendapatkan masa percobaan gratis selama 3 bulan. Setelah itu mereka bisa terus berlangganan dengan membayar Rp69.000/bulan untuk paket individu atau Rp109.000/bulan untuk paket keluarga yang bisa digunakan bersama hingga enam orang.
Sementara pengguna Android akan langsung dikenakan biaya berlangganan yang lebih mahal dan tanpa masa uji coba gratis. Pelanggan individual harus membayar Rp136.000/bulan sementara paket keluarga untuk Android dibanderol Rp204.000/bulan dan, sama seperti pengguna Apple, bisa digunakan maksimal oleh enam orang.
Apple Music Apple Music
Kehadiran layanan pengaliran musik dari Apple tersebut, yang disebut-sebut sebagai salah satu dengan koleksi terlengkap di dunia, kini mulai terasa dampaknya bagi para pemain lama di bidang ini, seperti misalnya Pandora Music.
Pada Juli lalu, ketika Apple Music baru diluncurkan, CEO Pandora, Brian McAndrews, seperti dikutip BusinessInsider, menyatakan tidak khawatir dengan kehadiran Apple Music. Saat itu Pandora tengah menikmati masa jaya. Harga sahamnya naik 10 persen dan pendapatannya mencapai USD285,6 juta (Rp3,88 triliun). Akan tetapi pekan lalu, diwartakan Phonearena bahwa McAndrews menyalahkan Apple Music saat kehilangan 1,3 juta pelanggan.
Saat ini Apple Music memiliki 6,5 juta pelanggan aktif dan berpeluang bertambah dua kali lipat karena ada 8,5 juta orang yang tengah dalam masa uji coba gratis. Jika Music untuk Android mulai diluncurkan maka Apple berpeluang untuk menggaet jauh lebih banyak pelanggan.
Tampaknya jumlah uang yang bisa ditangguk dari layanan pengaliran musik membuat persaingan antar penyedia jasa menjadi semakin ketat di dunia, termasuk juga di Indonesia.
Pekan lalu, penyedia layanan pengaliran musik asal negeri Tiongkok, JOOX hadir untuk berebut pasar dengan Rdio, Deezer, MixRadio, Guvera, dan Apple Music, yang sudah lebih dulu menancapkan kuku di Nusantara.
Bahkan kemudian beredar kabar bahwa salah satu layanan pengaliran musik terpopuler di dunia, Spotify, juga berencana merambah Indonesia.si untuk layanan pengaliran (streaming) musik buatan Apple yang diluncurkan pada 30 Juni 2015. Apple mengklaim tersedia 30 juta lagu yang bisa dinikmati pelanggan.
Dari segi penampilan tidak banyak perbedaan antara aplikasi di iOs dengan di Android. Perbedaan paling mencolok bagi pengguna gawai Apple dengan pengguna perangkat Android adalah biaya berlangganannya.
Pengguna Apple ketika Music baru diluncurkan pada 30 Juni lalu mendapatkan masa percobaan gratis selama 3 bulan. Setelah itu mereka bisa terus berlangganan dengan membayar Rp69.000/bulan untuk paket individu atau Rp109.000/bulan untuk paket keluarga yang bisa digunakan bersama hingga enam orang.
Sementara pengguna Android akan langsung dikenakan biaya berlangganan yang lebih mahal dan tanpa masa uji coba gratis. Pelanggan individual harus membayar Rp136.000/bulan sementara paket keluarga untuk Android dibanderol Rp204.000/bulan dan, sama seperti pengguna Apple, bisa digunakan maksimal oleh enam orang.
Apple Music Apple Music
Kehadiran layanan pengaliran musik dari Apple tersebut, yang disebut-sebut sebagai salah satu dengan koleksi terlengkap di dunia, kini mulai terasa dampaknya bagi para pemain lama di bidang ini, seperti misalnya Pandora Music.
Pada Juli lalu, ketika Apple Music baru diluncurkan, CEO Pandora, Brian McAndrews, seperti dikutip BusinessInsider, menyatakan tidak khawatir dengan kehadiran Apple Music. Saat itu Pandora tengah menikmati masa jaya. Harga sahamnya naik 10 persen dan pendapatannya mencapai USD285,6 juta (Rp3,88 triliun). Akan tetapi pekan lalu, diwartakan Phonearena bahwa McAndrews menyalahkan Apple Music saat kehilangan 1,3 juta pelanggan.
Saat ini Apple Music memiliki 6,5 juta pelanggan aktif dan berpeluang bertambah dua kali lipat karena ada 8,5 juta orang yang tengah dalam masa uji coba gratis. Jika Music untuk Android mulai diluncurkan maka Apple berpeluang untuk menggaet jauh lebih banyak pelanggan.
Tampaknya jumlah uang yang bisa ditangguk dari layanan pengaliran musik membuat persaingan antar penyedia jasa menjadi semakin ketat di dunia, termasuk juga di Indonesia.
Pekan lalu, penyedia layanan pengaliran musik asal negeri Tiongkok, JOOX hadir untuk berebut pasar dengan Rdio, Deezer, MixRadio, Guvera, dan Apple Music, yang sudah lebih dulu menancapkan kuku di Nusantara.
Bahkan kemudian beredar kabar bahwa salah satu layanan pengaliran musik terpopuler di dunia, Spotify, juga berencana merambah Indonesia.


keren nih, hadir juga di android
ReplyDelete