JOKER TEKNOLOGI - InVisage Technologies telah mengunggah sebuah film pendek yang direkam menggunakan smartphone.
Di dalam smartphone tersebut, terdapat sensor kamera buatan InVisage sendiri, yang disebut QuantumFilm. Teknologi ini adalah lapisan sensitif cahaya yang terbuat dari quantom dot. Singkat kata, QuantumFilm memungkinkan sensor kecil pada kamera smartphone memiliki rentang dinamis luas (High Dynamic Range / HDR) seperti kamera dengan sensor besar.
Dengan sensor kecilnya, biasanya kamera smartphone bermasalah dengan rentang dinamis. Jika pengguna memotret di kondisi pencahayaan kontras seperti tengah hari bolong atau kondisi obyek membelakangi cahaya, biasanya di bagian highlight akan bermasalah ("terbakar") sehingga detail di bagian tersebut hilang. Atau sebaliknya, bagian bayangan (shadow) menjadi gelap tanpa detail sama sekali.
InVisage juga menggunakan teknologi global shutter, di mana keseluruhan frame ditangkap dalam waktu yang sama. Sensor kamera konvensional menggunakan rolling shutter, yang memiliki efek samping gambar bergoyang saat obyek yang direkam melakukan gerakan cepat.
"Saat ini pembuat film bisa membuat film dengan kamera berkualitas HD di smartphone mereka. Namun untuk mencapai kualitas seperti film bioskop memerlukan kamera video profesional. Kemampuan rentang dinamis produk kami adalah sebuah kemajuan yang membuat smartphone mampu menangkap detail apapun di kondisi pencahayaan yang berbeda-beda," jelas Jess Lee, CEO InVisage, dalam siaran pers di laman resmi InVisage, Jumat (23/10/2015).
Film pendek buatan InVisage berjudul "Prix" yang menceritakan anak-anak yang berlomba dengan teknologi mereka sendiri. Film pendek ini terlihat seperti film bioskop tahun 70-an, dengan warna yang seakan seperti menggunakan film, bukan kamera digital.
Pada adegan-adegan awal, terlihat bahwa detail pada highlight masih ada, meskipun titik metering kamera diposisikan pada bagian bayangan. Lebih jelasnya silakan lihat video di bawah ini.
PRIX - The first film shot on QuantumFilm
Tentu ini bukan pertama kalinya Smartphone digunakan untuk membuat film. Baru-baru ini, sutradara Indonesia David Poernomo melakukan pengambilan gambar film bergenre horor "Cai Lan Gong" dengan menggunakan dua buah Smartphone Android. Film tersebut sudah diputar di jaringan bioskop terbesar di Indonesia, Cinema 21, sejak 19 Oktober lalu.
Dengan masuknya teknologi global shutter dan sensor dengan rentang dinamis tinggi ke dalam kamera Smartphone, tentu ke depannya memproduksi film "rasa bioskop" akan makin murah bagi para sineas independen. Sayangnya InVisage tidak menyebutkan kapan teknologi QuantumFilm akan diproduksi secara massal.

wah, bisa bikin film berkualitas sendiri nih pake ini
ReplyDeleteWah jadi bisa bikin short movie nih kalau begini caranya :D Kan enak jadi ga berat bawa bawa kamera DSLR :)
ReplyDeleteJaman memang semakin canggih saja
ReplyDeletewih keren gan kapan2 bisa dicoba nih pakek smartphone hehe
ReplyDelete